Tampilkan postingan dengan label Desain Buku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Desain Buku. Tampilkan semua postingan

Selasa, 06 Oktober 2009

Idealisme Desain Cover Buku

Mendesain cover buku memiliki keasyikan sekaligus tantangan tersendri. Meskipun tugas dan kewajiban desainer grafis tetap harus melakukan yang terbaik. Meskipun pengetahuan dan karakter/taste seorang desainer grafis sangat mempengaruhi karya-karyanya.

Read More...

Senin, 24 Agustus 2009

Desain Cover Buku


Desain cover buku memiliki peran yang sangat penting dalam penjualan buku. Bayangkan begitu banyaknya buku yang berjejer di rak-rak toko buku kadang membuat kita bingung memilih buku yang mana. Selain judul yang sesuai dengan minat dan kebutuhan, desain cover buku juga dapat mempengaruhi kita untuk mengambil dan membacanya dulu, ya kan?

Tak bisa dipungkiri isi buku tetap menjadi barometer utama ketertarikan orang untuk membeli sebuah buku. Keputusan membeli buku pada akhirnya memang ditentukan oleh kualitas isi buku. Namun, di dalam persaingan buku kualitas isi tidak sepenuhnya menentukan. Meskipun isi buku sangat sangat bagus namun bila tidak ditunjang dengan desain cover buku yang menarik dan menjual bisa-bisa buku tersebut tidak ada yang menyentuhnya, akibatnya tentu tidak akan ada yang membeli. Apalagi bila buku sudah dijejer di rak-rak toko buku di antara buku-buku lain yang juga tampil dengan desain yang menarik dan unik. Hmm, desain cover buku yang tidak menarik pasti tenggelam di antara buku-buku yang lain.

Ingat, pandangan pertama menentukan apakah buku tersebut akan disentuh atau tidak!

Oleh karena itu, desain cover buku sangat sangat sangat penting dan menentukan di dalam persaingan buku. Sebenarnya desain cover buku seperti apa yang menarik sehingga dapat membuat orang penasaran ingin membacanya dan tentu membelinya.

Ada beberapa hal yang sangat penting dan menentukan agar orang tertarik untuk membuka dan ingin membaca buku, diantaranya:

1. Copy / naskah judul/subjudul
2. Desain / visual yang menarik
3. Nama pengarang
4. Ukuran

1. Copy/naskah judul/subjudul
Yang manakah terlebih dahulu dilihat orang pada cover buku apakah copy atau visual. Bisa saja copy dulu baru visual sebaliknya visual dulu baru copy karena visualnya sangat menarik. Kedua elemen ini merupakan refleksi dari isi buku yang dibuat dirancang/dikemas sedemikian rupa agar memiliki nilai jual. Kalau memang dengan copy saja sudah dapat merefeleksikan isi buku dan copy tersebut sudah memiliki nilai jual bisa saja visual tidak dibutuhkan lagi. (Silahkan baca lagi artikel Mungkinkah visual tanpa copy?) Yang harus dipertimbangkan adalah antara copy dan visual jangan saling berseberangan/bertabrakan atau tidak saling mendukung. Copy harus memperkuat pesan visual, begitu juga sebaliknya.

2. Desain / Visual yang menarik
Desain dan visual sebenarnya bisa memiliki jalur sendiri-sendiri. Di dalam desain grafis, unsur visual adalah elemen utama meski itu adalah copy yang di visualkan artinya dengan desain tipografi. Sedangkan di dalam visual belum tentu terdapat desain grafis misalnya dalam seni lukis.

Desain / visual yang menarik berarti adalah perpaduan unsur desain dengan memanfaatkan visual seperti ilustrasi, fotografi atau typografi. Perpaduan ini berada dalam sebuah harmoni/tata letak antara tipografi, ilustrasi/fotografi, bentuk dan warna yang sesuai dengan karakter target market/isi buku.

Memiliki “Eye Catching” merupakan hal yang prioritas pada desain cover buku. Mana unsur utama dan mana unsur tambahan atau keterangan. Jangan sampai semua elemen beradu kuat-kuatan sehingga membuat orang bingung yang mana judul buku yang mana keterangan. Hal ini harus benar-benar diperhatikan. Karena ketika dipasang di rak toko buku, buku dengan desain yang amburadul pasti akan dilewati oleh mata pengunjung.

3. Nama pengarang
Meski nama pengarang sebenarnya tidak termasuk dalam kategori desain grafis tapi sebagai bagian dari daya tarik sebuah buku nama pengarang memiliki peran yang sangat penting. Nama pengarang memiliki magnet tersendiri bagi seseorang untuk membeli buku bahkan tanpa dipertimbangkan lagi.

4. Ukuran
Secara umum buku memiliki ukuran yang standar seperti 14 X 21 cm, 17 X 24 cm atau 15 X 21 cm, bahkan untuk buku tertentu ada yang berukuran cukup besar seperti 24 X 25 cm , atau 22 X 29 cm. Namun tentunya ukuran buku disesuaikan dengan target market dan isi buku tersebut. Bila buku tersebut untuk dibaca sehari-hari ukurannya tentu harus seukuran enak dipegang, berbeda bila buku tersebut untuk referensi jangka panjang dalam suatu disiplin ilmu seprti arsitektur, desain, koleksi perhiasan, mobil atau lukisan.

O ya, sebenarnya saya juga sedang menggarap beberapa desain cover buku tapi belum bisa di publish disini. Sudah ada sih beberapa desain yang sudah di OK/disetujui namun begitu saya juga ga berani sembarangan harus meminta ijin terlebih dahulu ke pihak penerbit apakah boleh saya mempublish desain cover buku yang saya buat di blog.

Baik, sampai disini dulu, bila ada pendapat, tambahan atau komentar silahkan…

Read More...

Jumat, 19 Juni 2009

Desain buku tahunan sekolah


Buku tahunan sekolah merupakan salah satu materi desain grafis yang selama ini sudah akrab di dunia sekolah. Kebanyakan sekolah terutama pada sekolah-sekolah besar, buku tahunan TK, SD, SMP dan SMA sudah menjadi tradisi. Desain buku tahunan sekolah malah sudah menjadi order rutin desainer grafis.

Namun sayang kadang pengerjaan desain buku tahunan sering dianggap pekerjaan amatiran, desain asal, perencanaan dan konsep tidak dilakukan secara profesional. Desainnyapun sering hanya mengikuti selera siswa/sekolah atau tidak terkonsep secara matang. Meskipun mungkin ini terjadi karena persoalan biaya. Apalagi biaya tersebut biasanya ditanggung oleh siswa. Semakin eksklusif desain buku tahunan tentu semakin mahal. Namun juga tidak menutup kemungkinan yang paling menentukan adalah peran si desainer grafisnya sendiri yang tidak profesional, tidak mengerti konsep, mendesain sekedar permainan foto, bentuk dan warna.

Desain buku tahunan sekolah professional
Karakter siswa dan seabrek aktifitasnya di sekolah dapat menjadi sumber inpirasi lahirnya sebuah konsep. Sehingga dengan konsep ini desain dan pengemasan buku tahunan memiliki identitas dan dapat mewakili dunia remaja sekaligus dunia sekolah. Konsep tidak saja menyangkut konten tapi juga menyangkut artistik desain, naskah dan fotografi.

Karakter siswa TK atau playgroup misalnya berbeda karakternya dengan SD. Antara siswa SD, SMP dan SMA saat ini memiliki karakter dan selera yang hampir sama. Berdasarkan pengalaman pemilik usaha advertising yang banyak menangani buku tahunan sekolah mengatakan: "Selera desain anak SD saat ini sudah hampir sama dengan selera SMP dan SMA. Apalagi karakter desain SMP saat ini sudah jelas sama dengan SMA". Ini adalah berdasarkan pengalaman dan analisa dari agency yang biasa menangani buku tahunan sekolah tersebut.

Saya sendiri sempat mengerjakan salah satu buku tahunan sekolah yang terbilang cukup besar di bilangan Kalimalang, Jakarta yang bekerja sama dengan Tiram Advertising. Yang saya kerjakan adalah desain buku tahunan SD angkatan pertama, Jakarta Islamic School. Anda bisa melihat pada gambar diatas adalah desain cover buku tahunan Sekolah Dasar (SD) Jakarta Islamic School (JISc) yang saya kerjakan dan sudah dicetak.

Dengan memiliki konsep akan membuat desain lebih terarah dan sekaligus dapat memberi motivasi dan inspirasi bagi para siswa untuk memberi masukan ide-ide yang sesuai dengan keinginan mereka. Tentu dalam hal ini, mengatur dan mengarahkan keinginan mereka menjadi pekerjaan tersendiri.

Konsep desain

Konsep yang dimaksud adalah bagaimana sebuah buku tahunan sekolah tidak saja hanya sebagai buku kenangan semata tapi juga dapat mewakili "Life and Living" para siswa yang masih remaja. Jadi buku tahunan sekolah selain menjadi album kenangan juga menjadi ruang ekspresi. Dan masih banyak lagi ruang yang bisa digarap sebagai bagian dari "life and living". Sebetulnya inilah nilai tambah dari sang desainer dalam menggarap buku tahunan sekolah.

Selain itu, secara implementasi para siswa juga diajak ikut terlibat dalam mendesain dan memberi ide-ide atau kreatifitas mereka sendiri sehingga mereka merasa memiliki desain buku tahunan tersebut.

Seperti mengerjakan sebuah meteri komunikasi seperti iklan misalnya. Desain buku tahunan juga memiliki tema komunikasi agar karaker dan keinginan siswa dapat terwakili melalui tema tersebut. Kalau pada iklan terdapat branding ad dan tactical ad, maka pada buku tahunan sekolah terdapat tema besar ada tema kecil atau tema angkatan dan tema kelas.

Berikut desain buku tahunan sekolah JISc dengan layout desain dalam.



Sebenarnya desain buku tahunan sekolah dapat menjadi sarana konsep sekaligus ekspresi desain secara visual maupun verbal untuk remaja.

Bagaimana pendapat anda? Silahkan memberi komentar…

Artikel lain:
- Makna Warna
- Beda desainer grafis dan art director
- Bagaimana membuat final artwork

Read More...

  © Blogger template 'Neuronic' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP