Tampilkan postingan dengan label Seni. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seni. Tampilkan semua postingan

Jumat, 10 April 2009

Lukisan sebagai seni murni

Oleh M. Ismail
Pernahkah anda melihat pameran lukisan? Apa yang anda perhatikan ketika melihat lukisan-lukisan yang tergantung di ruang pameran? Apakah anda menikmati setiap lukisan yang anda lihat?

Kedua pertanyaan terakhir di atas adalah pertanyaan-pertanyaan yang sebenarnya bersifat subjektif. Karena setiap orang memiliki jawaban yang berbeda sesuai dengan dari sisi mana mereka memandang lukisan. Bila yang melihat adalah seorang pelukis tentu akan memiliki pandangan yang lebih dalam. Berbeda bila yang melihat adalah orang bisnis yang melihat dari sisi nilai jual. Lain lagi bila yang melihat adalah orang biasa pada umumnya lebih melihat dari sisi keindahan.


Kenapa penilaian setiap orang bisa berbeda. Karena lukisan sebagai karya seni murni di ciptakan bukan untuk mempengaruhi orang untuk menyenangi lukisan tersebut tapi diciptakan untuk kepuasan sang seniman. Atau dalam istilah seni rupa adalah seni murni. Karya seni murni tercipta dari ekspresi subjektif sang seniman. Tanpa brief, tanpa analisa pasar, dan bahkan tanpa perencanaan.

Sekarang apa yang anda lihat dari lukisan saya di bawah ini:



Dan juga lukisan saya yang ini



Lukisan-lukisan saya di atas adalah karya yang lahir dari pengalaman batin. Hasil eksplorasi yang tidak direncanakan meski tentu saja saya akui profesi sebagai desainer grafis dan kreatif di advertising sangat mempengaruhi setiap karya-karya lukis saya.

Seni murni adalah karya seni yang tercipta begitu saja. Yang lahir dari proses pengendapan pengalaman sang seniman. Proses eksplorasi dari pengalaman batin atau spiritual, bukan pengalaman yang berasal dari pandangan mata sesaat. Bahkan bukan cuma keindahan semata tapi lebih jauh kedalam jiwa sehingga sebagai sebuah seni murni keindahan bukan lagi tujuan. Maka dari itu setiap pelukis memiliki karakter yang berbeda sesuai dengan pengalaman batin dari senimannya.

Apaka anda menyukai lukisan? Atau jangan-jangan anda sendiri seorang pelukis

Read More...

Senin, 16 Februari 2009

Beda seni murni dan seni pesanan


Oleh M.Ismail
Pernahkah anda mengunjungi pameran lukisan? Apa yang ada dipikiran anda ketika melihat lukisan pada pameran tersebut? Suka dan kagum atau sebaliknya sebel dan tidak menyukai lukisan tersebut.

Setelah perasaan tidak suka semakin memuncak, anda mendatangi sang pelukis dan protes kenapa lukisannya tidak sesuai bla bla bla…… Berbagai alasan anda kemukakan kepada pelukis tersebut.


Apa jawaban sang pelukis?

“EGP….!” (Emang Gue Pikirin…). Anda saja yang tidak memiliki wawasan dan apresiasi seni yang tinggi. Kalau anda masih berpikir kampungan lebih baik anda pulang dan membaca buku-buku tentang pelukis-pelukis dunia. Asal anda tahu, gallery yang sudah ternama saja mensponsori pameran lukisan saya….”

Nah lo….

Pelukis memang memiliki hak penuh untuk berkarya sebebas-bebasnya, sekehendak hatinya. Tidak peduli norma masyarakat selama tidak ada larangan pemerintah apalagi ada yang mensponsorinya untuk pameran maka si pelukis tetap terus berkarya dan pameran.

Makanya karya si pelukis tadi disebut dengan istilah seni murni. Meski lukisan bukan satu-satunya seni murni. Seni patung, seni tekstil, seni grafis, seni kayu, seni luar ruang juga termasuk seni murni.

Lain halnya bila karya dibuat berdasarkan pesanan maka semua seni murni akan berubah status sebagai seni pesanan / desain. Meski karakter karya tersebut bernuansa “seni murni namun secara hakiki / status karya tersebut sudah “wajib” dikatakan sebagai seni pesanan.

Seni pesanan berarti karya seni tersebut digunakan untuk kepentingan komersil seperti untuk kemasan produk, materi iklan, aksesories, fashion, dekorasi toko, dekor panggung, dan sebagainya. Karena berdasarkan pesanan maka sang seniman tidak seenak dewek (tidak seenaknya) berkarya. Dia harus mengikuti batasan-batasan sesuai dengan kebutuhan untuk apa karya tersebut dibuat dengan kata lain harus sesuai dengan “brief” si pemilik order.

Sampai disini dulu. Semoga tulisan ini bermanfaat. Salam

Related Articles:
- Lukisan sebagai seni murni
- Estetika atau Komunikasi 1
- Estetika atau Komunikasi 2
- Creative outdoor advertising
- Makna Warna

Read More...

  © Blogger template 'Neuronic' by Ourblogtemplates.com 2008

Back to TOP