Idealisme Desain Cover Buku
Mendesain cover buku buat saya memiliki keasyikan sekaligus tantangan tersendri. Kalau teman saya bilang saya memiliki “Idealisme” dalam mendesain cover buku. Hah,…idealisme!? Katanya juga, saya termasuk desainer “Pemikir, Intelektual Desainer Grafis”. Masak sih? Saya sendiri berpikir memang tugas dan kewajiban desainer grafis untuk melakukan yang terbaik. Meskipun pengetahuan dan karakter/taste seorang desainer grafis sangat mempengaruhi karya-karyanya.
Ketika dialog masih berlangsung, saya sodorkan karya saya yang lain yang masih seputar desain buku. Dia sempat terkaget-kaget dengan desain buku tersebut karena Karakter desain buku tersebut lebih bergaya “pop art” dengan karakter bebas dan main-main sangat jauh berbeda dengan desain cover buku yang saya buat untuknya yang lebih serius karena memang konten/konteks isi buku tersebut lebih idealis menyangkut religi, spiritual dan kehidupan.
Saya katakan, “Sebagai desainer grafis dan art director, saya harus fleksibel dalam mendesain. Saya tidak boleh kaku, terpaku pada selera pribadi. Ini masalah besar buat desainer grafis yang terjebak dengan selera pribadi. Jangankan hanya mendesain cover buku, desainer grafis harus mampu menembus batas dan ini yang saya lakukan. Saya siap melakukan yang terbaik selama itu berkaitan dengan desain grafis dan advertising, termasuk mengerjakan konsep iklan seperti iklan cetak/Print Ad, TV Commercial/Iklan tv, Coorporate identity/Logo dan Radio Spot/Iklan Radio. Jadi bukan hanya mengerjakan desain seperti, brosur/leaflet, poster, kalender, flagchain, banner, catalog, company profile, cover buku/cb/dvd, billboard, dan sebagainya”. Tapi kalau untuk mengerjakan desain website, saya masih sebatas konsep visual, maklum basic saya selama ini di advertising. Ini mau promosi atau membahas soal idealisme desain cover buku….hehehe, sambil promosi minum susu….
Baik, soal idealisme desain cover buku. Saya kira kalau kita dianggap/ memiliki idealisme wajar-wajar saja. Karena idealisme itu sendiri kan bagus, jadi hasil karya kita benar-benar digarap serius. Pengertian karya yang idealis menurut saya adalah karya yang seutuhnya memiliki konten dan konteks yang kuat dan sesuai dengan pesan/message yang ingin disampaikan ke audience/target market. Jadi bukan idealismenya seniman murni seperti pelukis. Namun patut kita akui bahwa faktor karakter/taste desainer turut berperan, turut mewarnai karyanya.
Karakter konten/konteks isi sebuah buku dapat ditransformasikan ke dalam bentuk visual dan verbal pada cover. Dalam hal ini terutama adalah karakter visual (desain grafis). Pemilihan image dan typografi yang tepat dan sesuai dapat mewakili isi buku. Namun tidak cukup sampai disitu, faktor daya tarik pada tata letak, warna dan bentuk harus benar-benar “Menjual” artinya menarik minat orang untuk membaca buku tersebut atau istilah tepatnya terdapat “Curiosity/Rasa ingin tahu? pada desain.
Sampai disini dulu, semoga bermanfaat. Kalau ada tambahan/pendapat silahkan saja….
Ketika dialog masih berlangsung, saya sodorkan karya saya yang lain yang masih seputar desain buku. Dia sempat terkaget-kaget dengan desain buku tersebut karena Karakter desain buku tersebut lebih bergaya “pop art” dengan karakter bebas dan main-main sangat jauh berbeda dengan desain cover buku yang saya buat untuknya yang lebih serius karena memang konten/konteks isi buku tersebut lebih idealis menyangkut religi, spiritual dan kehidupan.
Saya katakan, “Sebagai desainer grafis dan art director, saya harus fleksibel dalam mendesain. Saya tidak boleh kaku, terpaku pada selera pribadi. Ini masalah besar buat desainer grafis yang terjebak dengan selera pribadi. Jangankan hanya mendesain cover buku, desainer grafis harus mampu menembus batas dan ini yang saya lakukan. Saya siap melakukan yang terbaik selama itu berkaitan dengan desain grafis dan advertising, termasuk mengerjakan konsep iklan seperti iklan cetak/Print Ad, TV Commercial/Iklan tv, Coorporate identity/Logo dan Radio Spot/Iklan Radio. Jadi bukan hanya mengerjakan desain seperti, brosur/leaflet, poster, kalender, flagchain, banner, catalog, company profile, cover buku/cb/dvd, billboard, dan sebagainya”. Tapi kalau untuk mengerjakan desain website, saya masih sebatas konsep visual, maklum basic saya selama ini di advertising. Ini mau promosi atau membahas soal idealisme desain cover buku….hehehe, sambil promosi minum susu….
Baik, soal idealisme desain cover buku. Saya kira kalau kita dianggap/ memiliki idealisme wajar-wajar saja. Karena idealisme itu sendiri kan bagus, jadi hasil karya kita benar-benar digarap serius. Pengertian karya yang idealis menurut saya adalah karya yang seutuhnya memiliki konten dan konteks yang kuat dan sesuai dengan pesan/message yang ingin disampaikan ke audience/target market. Jadi bukan idealismenya seniman murni seperti pelukis. Namun patut kita akui bahwa faktor karakter/taste desainer turut berperan, turut mewarnai karyanya.
Karakter konten/konteks isi sebuah buku dapat ditransformasikan ke dalam bentuk visual dan verbal pada cover. Dalam hal ini terutama adalah karakter visual (desain grafis). Pemilihan image dan typografi yang tepat dan sesuai dapat mewakili isi buku. Namun tidak cukup sampai disitu, faktor daya tarik pada tata letak, warna dan bentuk harus benar-benar “Menjual” artinya menarik minat orang untuk membaca buku tersebut atau istilah tepatnya terdapat “Curiosity/Rasa ingin tahu? pada desain.
Sampai disini dulu, semoga bermanfaat. Kalau ada tambahan/pendapat silahkan saja….








2 komentar:
ya... saya sepakat mas!!
rasa ingin tahu saya kembali mencuat dan timbul sebagai semangat baru mas setelah baca artikel ini,, terima kasih atas info dan tipsnya.... semoga terus sukses...
Poskan Komentar